Kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Ke Situs Wisata Tsunami PLTD Apung
Banda Aceh – Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi, ST, MSi mendampingi Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Kepariwisataan, Zita Anjani meninjau kawasan wisata tsunami PLTD Apung, Rabu (13/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata sejarah dan edukasi kebencanaan yang dimiliki Kota Banda Aceh.
Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau sejumlah titik di kawasan PLTD Apung yang merupakan salah satu ikon wisata tsunami di Banda Aceh. Kapal pembangkit listrik berbobot ribuan ton yang terseret gelombang tsunami pada 26 Desember 2004 tersebut menjadi simbol dahsyatnya bencana sekaligus semangat kebangkitan masyarakat Aceh pascatsunami.
Rosdi mengatakan, PLTD Apung tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga memiliki nilai edukasi kebencanaan dan kemanusiaan yang tinggi bagi masyarakat maupun wisatawan. Menurutnya, kawasan tersebut menjadi pengingat penting tentang mitigasi bencana dan ketangguhan masyarakat Aceh dalam bangkit dari musibah.

“PLTD Apung memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Aceh. Tempat ini bukan sekadar objek wisata, tetapi juga menjadi media pembelajaran tentang pentingnya mitigasi bencana serta semangat kebangkitan masyarakat Aceh pascatsunami,” ujar Rosdi.
Ia menambahkan, kunjungan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Kepariwisataan menjadi momentum strategis dalam memperkuat promosi wisata sejarah, religi, dan budaya di Banda Aceh ke tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah Kota Banda Aceh, kata Rosdi, terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Kehadiran pemerintah pusat menjadi dukungan penting dalam memperkuat posisi Banda Aceh sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia bagian barat. Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Zita Anjani mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menjaga dan mengembangkan kawasan PLTD Apung sebagai destinasi wisata edukatif dan bernilai kemanusiaan. Menurutnya, Banda Aceh memiliki kekuatan tersendiri karena mampu memadukan nilai sejarah, budaya Islam, dan semangat ketahanan masyarakat pascabencana sehingga menjadi daya tarik wisata yang inspiratif bagi dunia.
“Banda Aceh memiliki cerita besar yang dapat menjadi inspirasi dunia. Wisata di sini bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang sejarah, pembelajaran, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya saat berdialog bersama jajaran pemerintah daerah.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyempatkan diri melihat museum mini yang berada di kawasan PLTD Apung serta mendengarkan penjelasan mengenai kronologi kapal tersebut saat diterjang tsunami pada 26 Desember 2004. Sejumlah wisatawan yang berada di lokasi tampak antusias menyaksikan kedatangan rombongan pejabat tersebut. Beberapa di antaranya bahkan memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama dan mendengarkan langsung penjelasan mengenai pengembangan sektor pariwisata Banda Aceh.