Banda Aceh Gelar Art & Cultural Market Putroe Phang Setiap Akhir Pekan
BANDA ACEH – Dinas Pariwisata akan menggelar Banda Aceh Art & Cultural Market – Putroe Phang setiap akhir pekan pada Sabtu-Minggu sore, Juli hingga September 2026, di Taman Putroe Phang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, seniman, dan pelaku UMKM.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi, S.T., M.Si, mengatakan Art & Cultural Market Putroe Phang dirancang sebagai ruang bersama untuk menghadirkan seni dan budaya lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, warisan budaya tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus terus dihidupkan melalui berbagai aktivitas kreatif yang melibatkan generasi muda dan seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa warisan budaya adalah kekuatan yang harus terus dijaga dan diwariskan. Seni, budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif dapat tumbuh bersama dalam satu ruang kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kota Banda Aceh,” ujar Rosdi, Rabu, 15 Juli 2026.
Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung akan menikmati beragam kegiatan, mulai dari Art & Cultural Stage, Art & Creative Market, Community Hub, Competition Zone, hingga Historical Experience. Seluruh rangkaian acara dikemas secara interaktif untuk menghadirkan pengalaman wisata budaya yang edukatif, sekaligus menjadi wadah ekspresi bagi para seniman dan komunitas kreatif.
“Selain menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, kegiatan ini juga membuka ruang promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal,” kata Kadispar Rosdi.
Ia berharap Art & Cultural Market Putroe Phang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas peluang usaha masyarakat, serta menghidupkan Taman Putroe Phang sebagai salah satu ruang publik yang produktif dan berdaya tarik. Rosdi menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan semangat “Charming Banda Aceh” dalam mempromosikan kota sebagai destinasi wisata budaya yang berkarakter, sekaligus mendukung visi “Banda Aceh Kota Kolaborasi” melalui sinergi pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk datang bersama keluarga, sahabat, dan komunitas. Mari merawat identitas budaya, mendukung karya seniman dan UMKM lokal, serta menjadikan Taman Putroe Phang sebagai ruang berkarya, berkolaborasi, dan menginspirasi bagi masa depan. Warisan budaya adalah investasi yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.