Parfum di Stand Banda Aceh Paling Diminati Pengunjung Expo APEKSI XVIII di Medan

MEDAN – Produk parfum unggulan UMKM Banda Aceh menjadi primadona di Stand Dekranasda Kota Banda Aceh pada Expo APEKSI XVIII di Medan. Tingginya minat pengunjung membuat parfum menjadi produk paling laris dibandingkan komoditas UMKM lainnya yang dipamerkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh, Fahmi, mengatakan antusiasme pengunjung terhadap parfum asal Banda Aceh sangat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan expo.

“Dari seluruh produk yang kami tampilkan, parfum menjadi yang paling laku keras,” ujarnya, Jumat (2/7/2026).

Menurut Fahmi, ramainya pengunjung di stan parfum menunjukkan bahwa produk tersebut telah memiliki pasar yang cukup kuat. Banyak pengunjung dari berbagai daerah datang untuk membeli kembali setelah sebelumnya mengenal produk parfum Banda Aceh melalui berbagai pameran.

Selain ingin mencoba varian terbaru, sejumlah pengunjung mengaku telah menggunakan parfum tersebut sebelumnya sehingga kembali melakukan pembelian. Hal itu dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap produk UMKM Banda Aceh.

Tak hanya parfum, berbagai produk kerajinan lainnya seperti aksesori dan kain bordir khas Banda Aceh juga mendapat perhatian pengunjung. Motif bordir yang khas serta kualitas produk menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kerajinan tradisional.

Selama tiga hari pelaksanaan Expo APEKSI XVIII, Stand Dekranasda Banda Aceh mencatat omzet penjualan sekitar Rp30 juta hingga Rp40 juta. Fahmi menyebut capaian tersebut menjadi hasil yang membanggakan bagi para pelaku UMKM yang terlibat dalam pameran.

Ia berharap keikutsertaan Banda Aceh dalam Expo APEKSI tidak hanya meningkatkan penjualan produk lokal, tetapi juga memperluas promosi budaya serta membuka peluang kerja sama bisnis bagi UMKM Kota Banda Aceh di pasar yang lebih luas.